CJ Evella FM

Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, akan merelokasi kawasan wisata Kuliner di Jalan Yos Soedarso sekitar Bundaran Besar Palangkaraya ke kawasan hutan Universitas Palangkaraya yang ada di Jalan Yos Soedarso Ujung atau sekitar Jalan Bukit Keminting.

Pemindahan tersebut akan dilakukan dalam tahun 2015 ini, karena proyek pembenahan taman di Jalan Yos Soedarso sekitar Bundaran besar Palangkaraya akan dilakukan tahun 2015 ini, untuk melanjutkan pembangunan taman pada sisi kanan jalan yang saat ini dipakai untuk PKL berjualan.

"Ya untuk lima tahun kawasan wisata kuliner akan dipindahkan ke Jalan Yos Soedarso Ujung, sekitar Jalan Bukit Keminting, sedangkan untuk Jangka panjangnya nansi semuanya akan kami pindahkan ke Jalan arah Palangkaraya Buntok Kelurahan Pahandut Sebe‎rang, Palangkaraya yang akan dibangunkan secara permanen," kata Wali Kota Palangkaraya, HM Riban Satia, Senin (23/2/2015).

Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau merupakan potensi pasar yang besar. Selama ini banyak pebusnis hanya berfokus di pulau-pulau tertentu saja, terutama pulau Jawa. Pada kenyataannya, pulau Jawa semakin padat dan mungkin inilah saatnya untuk mulai melirik pulau-pulau diluar Jawa sebagai peluang bisnis. Kalimantan adalah salah satu pulau yang mempunyai peluang bisnis yang sangat menguntungkan dan menggiurkan, tepatnya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Cerita-cerita dan pengalaman bisnis sejumlah pebisnis lokal atau pebisnis pemula yang sukses di Palangkaraya  ini mungkin dapat dijadikan inspirasi anda untuk memulai memikirkan dan melirik peluang bisnis yang membeludak di pulau Kalimantan ini.

Salah seorang pemilik Wedding Organizer yang sudah lama tinggal di Malang, Jawa Timur, Yemima Eka, tergerak untuk memperluas wedding organizernya di Kalimantan Tengah, tepatnya Palangkaraya. Yemima memang berasal dari Kalimantan, tetapi sudah lama sekali meninggalkan Kalimantan untuk meneruskan kuliahnya dan kemudian merintis usaha penyelenggara pesta pernikahan ini di Jawa Timur. Pengalaman yang di dapat di Jawa Timur, di kota Malang ini merupakan modal dasar yang mendorongnya untuk memperkenalkan bisnisnya di pasar lokal tanah kelahirannya Kalimantan itu.

Menurutnya, semua bisnis berkembang pesat di Palangkaraya, Kalimantan. Mulai dari bisnis Laundry yang dulunya tidak pernah ada, sekarang menjadi bisnis yang berkembang pesat. Begitu juga bisnis penyelenggara pesta pernikahan atau wedding organizer. Masyarakat Kalimantan Tengah, Palangkaraya mulai merasakan mudahnya menyelengarakan pesta pernikahan dengan menggunakan penyelenggara pesta pernikahan profesional atau wedding organizer ini.

 

Hal yang sangat penting untuk membuat suatu bisnis berkembang di suatu daerah sangat dimiliki oleh masyarakat Kalimantan Tengah ini yaitu bahwa masyarakat Kalimantan Tengah ini mempunyai daya beli yang cukup kuat. Kuncinya adalah pebisnis atau produsen dapat menjelaskan dengan baik mengapa produk atau jasa yang ditawarkan pada masyarakat Kalimantan Tengah ini penting. Informasi yang jelas dan akurat sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat Kalimantan Tengah khususnya Palangkaraya ini agar tertarik dan menyadari tingkat kepentingan memiliki produk atau jasa yang ditawarkan.

Sangatlah penting untuk mengambil keputusan berbisnis di Kalimantan dengan segera, ketika bisnis di Kalimantan Tengah ini masih berkembang, karena nantinya akan semakin ramai dan membuat penetrasi bisnis anda agak sulit bila pebisnis yang mengembangkan usahanya di Kalimantan ini semakin banyak.

Sepanjang jalan Batam, Palangkaraya, terlihat deretan toko yang menjual berbagai macam souvenir khas Dayak. Para turis yang berkunjung ke kota Palangkaraya ini pasti menyemppatkan diri singgah ke jalan Batam ini.  Terlihat berbagai tenunan khas Kalimantan di jual di sana, terdapat pula tas atau dompet yang terbuat dari manik-manik khas Dayak yang bewarna kuning, merah dan hitam, warna khas suku Dayak. Dijual pula senjata khas suku Dayak yaitu Mandau.

Bila dilihat dari pesatnya kerajinan khas Kalimantan yang unik dan dibuat oleh tangan-tangan terampil dan profesional, maka sebenarnya peluang bisnis yang ada tidak hanya memawa atau membuka bisnis yang telah berkembang di pulau Jawa ke Kalimantan, tetapi juga terdapat peluang bisnis yang besar untuk membawa kerajinan khas Kalimantan untuk di pasarkan di pulau Jawa.

Komitmen dari Pemerintah Daerah Kalimantan khususnya Kota Palangkaraya membuat daerah ini berkembang dengan pesat. Terlihat dari slogan yang di usung kota Palangkaraya sebagai kota yang CANTIK, yaitu kependekan dari Terencana, Aman, Nyaman, Tertib, Indah dan Keterbukaan.

Sama halnya di daerah-daerah lainnya, Kalimantan merupakan salah satu daerah yang memiliki beragam budaya khas, seperti alat musik. Kalimantan Tengah mempunyai alat musik tradisional yang khas bernama Garantung. Ini merupakan alat musik sejenis Gong, letak perbedaannya terletak pada bunyi yang dihasilkan, bunyi dari alat musik gong pada gamelan Jawa terdengar dengan getaran yang lebih panjang, sedangkan bunyi dari alat musik khas Kalimantan Tengah ini cukup pendek.

Garantung lebih banyak menampilkan instrumen Kempul dan lebih mendominasi permainannya untuk melodi pada ansambel ritual. Alat musik khas Kalimantan Tengah dimainkan dengan tempo yang lebih cepat. Cara memainkan alat musik ini dengan menggunakan pemukul atau stick yang berbahan kayu yang kuat. Di bagian ujung pemukul tidak dilapisi dengan kain, karet atau lainnya, ukurannya juga sesuai yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan bunyi yang dihasilkan.

Dilihat dari Jenisnya, alat musik ini terbagi dalam beberapa jenis, yakni :

• Bandih yang memiliki bentuk kecil, namun dengan nada yang tinggi

• Lisung yang memiliki ukuran sedang dengan nada dasar D atau C

• Papar yang berukuran besar dengan nada dasar A

• dan yang terakhir adalah Tantawak yang memiliki ukuran kecil dengan nada dasar G atau E

Secara umum, alat musik tradisional ini tidak mempunyai warna yang mengkilap, namun berwarna hitam dan kasar di bagian permukaannya. Memainkan alat musik ini sebenarnya tidak begitu sulit, semua kalangan dapat memainkannya baik orang tua, kaum muda, bahkan anak-anak.

Dalam masyarakat Suku Dayak, alat musik ini digunakan juga sebagai informasi untuk mengundang masyarakat luas ke suatu acara atau pesta yang dilaksanakan oleh salah satu keluarga atau dari kampung ke kampung lain. Dalam hampir semua upacara ritual, alat musik ini dimainkan dalam mengiringi Balian (dukun atau pemimpin adat/ upacara) menari dan mengucapkan mantra.

Kepercayaan penduduk disana mengatakan bahwa alat musik ini merupakan salah satu benda adat yang dipercaya diturunkan dari Lewu Tatau (surga) sebagai salah satu alat dalam berkomunikasi dengan roh leluhur. Samapi saat ini, keyakinan tersebut masih dipegang oleh masyarakat Dayak yang menganut agama Kaharingan (agama leluhur suku Dayak).

Dalam pernikahan, alat musik tradisional ini dapat dijadikan sebagai salah satu mas kawin atau barang permintaan yang harus diserahkan pada pihak mempelai wanita. Begitulah suku Dayak di Kalimantan Tengah dalam menajaga tradisi akan benda pusaka yang dikeramatkan seperti Garantung ini. Semoga kekayaan budaya dan sejarah dari Kalimantan Tengah ini dapat tetap lestari dan menjadi bagian unik dan menarik disana.

Penulis : Rotua Sitompul

Lomba jukung (perahu) hias adalah satu satu cabang lomba dalam kegiatan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang diadakan oleh pemerintah provinsi Kalimantan tengah. FBIM sendiri diadakan setiap tahunnya sekaligus merayakan hari jadi provinsi Kalimantan Tengah.

Lomba jukung hias tahun ini diadakan pada tanggal 19 Mei 2014 yang mengambil rute di sepanjang Sungai Kahayan yang membelah kota Palangkaraya, dimulai dari Pelabuhan Rambang, kemudia peserta dari masing-masing kabupaten berlayar hingga Jembatan Kahayan dan kembali lagi ke titik semula.

Keunikan perahu hias bukan cuma pada hiasan perahu yang kental dengan nuansa budaya Dayak, tapi juga para penari lengkap dengan kostumnya yang menawan menari melenggang-lenggokan badan seiring musik yang mengalun dari setiap perahu.

Berikut beberapa jepretan yang sempat saya abadikan ketika Lomba Jukung Hias Festival Budaya Isen Mulang:

Penonton yang rela panas-panasan
Serba kuning
Jukung motif Burung Enggang
Naganya kaya di Singapura aja 
Ada perahu dalam perahu
Walau miring tetap semangat
Kontingen Kabupaten Murung Raya
Dancing like a bird
Kostumnya heboh banget
Menarilah dengan riang