AMBLAS : Sebuah truk amblas tepat di atas gorong gorong Jalan Piranha, Minggu (22/3). Sebagai ungkapan kekecewaan atas kinerja pemerintah kota yang lamban, akhirnya warga meletakkan pohon pisang tepat di lubang gorong-gorong Piranha-Rajawali.

LAMA dibiarkan tan­pa­ perhatian dari di­nas PU akhirnya war­ga Jalan Piranha, Ke­lurahan Bukit Tunggal, Pa­langka Raya gotong-royong untuk membenahi gorong-go­rong yang amblas. Saluran drainase itu berada­ persis di muara Jalan Raja­wa­li­-Piranha. Amblasnya go­rong-gorong akibat keluar ma­suknya truk bertonase me­lebihi kapasitas.

Selain itu sepertiga dari le­bar gorong-gorong sudah ber­lubang menganga. Bahkan saking kesalnya dan sembari memperingatkan­ pengendara yang lewat, war­ga­ menaruh pohon pisang tepat di lubang yang menganga se­lebar 1 meter itu.

Pasalnya, sudah beberapa kali motor dan pengendaran­nya­ terjungkal lantaran masuk kelubang. Beberapa mo­bil­ juga pernah celaka karena bannya terjebak. Ada lima RT mau tidak mau iuran. Setiap ketua RT di­bebankan menghimpun dana Rp2 juta, karena biaya pem­bangunan dihitung men­ca­pai Rp13 juta.

Ini sekaligus sindiran bagi pe­merintah kota yang belum sigap menangani rusaknya jembatan atau gorong-gorong dan pelaku usaha yang tidak mau tahu terhadap kelas ja­lan yang dilaluinya. Ketua RT 02, Olly Suryono­ mengatakan dilakukan langkah swadaya karena warga khawatir jika gorong-gorong itu bakal ambruk dan mema­kan korban, sedangkan jika menunggu bantuan dari pe­merintah kota belum ada ke­pastian kapan terealisasi­nya.

Dibincangi terpisah Anggo­ta Komisi B DPRD Palangka Raya, Alfian Batnakanti jus­tru­ menilai bentuk swadaya warga memang perlu, mengingat keterbatasan dana pe­me­rintah. Bila mengharapkan dana APBD diperkirakan perlu waktu lama baru ditangani.

Bahkan komisi B juga patu­ngan untuk menambal Jalan Rajawali yang banyak luba­ng­nya, tak jauh drainase am­blas itu.

Sayangnya saat dimintai tan­ggapannya jika sebenarnya­ yang lebih pantas dibenani tanggungjawab adalah pihak penyebab rusaknya jalan dan pemberi izin gudang berdiri, tapi Alfian belum mau mengo­mentari. (B-6)