PEMBANGUNAN Boulevard Yos Sudarso yang menggusur keberadaan PKL malam itu memang sudah selesai meski pengerjaannya sempat molor. Taman yang menelan dana Rp5,6 miliar itu ternyata masih menyisa­kan kekurangan. Yakni ketiadaaannya unsur peneduh.

Akibatnya saat siang hari taman itu tampak panas dan belum menghibur panasnya Jalanan Yos Sudarso. Tak pelak, jarang ditemukan masyarakat memanfaatkannya pada siang hari. Ada yang bilang sebenarnya perenca­na­an taman itu ada unsur peneduhnya semacam gazebo.

Apalagi dananya miliar­an. Namun belum ada data pembanding yang membuk­ti­kan ungkapan itu apakah benar atau tidak. Anggota Komisi B DPRD Palangka Raya, Alfian Batna­kanti pun berjanji bakal mengkroscek dan memban­dingkan antara konsep yang tertuang dalam perencanaan dengan hasilnya.

Namun karena dia belum pegang data sehingga dia kesulitan untuk menelaahnya. Soal penilaian jika kesan hadirnya taman itu belum menyejukkan dibenarkan Alfian. Bahkan politisi Gerindra ini menyarankan ada pene­duh, sehingga siang hari bisa bermanfaat bagi pejalan kaki maupun pengenda­ra­ yang lewat di area yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) itu.

Selain itu dipandangnya perlu penambahan selain peneduh misalnya pembuat­an air mancur di tengah taman. Meski demikian dia mengapresiasi hadirnya taman itu karena keindahan kota bertambah. Saat ini sudah semakin banyak menyedot perhatian warga. Buktinya semakin banyak yang datang ke kawasan RTH untuk menikmati fasillitas umum itu meski sekedar nongkro­ng dengan teman atau saudara.

Sayangnya ramainya boulevard itu hanya sore hingga malam lantaran masih adanya kekurangan tadi. Pantauan Borneonews saat petang dan malam hari, bolevard itu memang tampak ramai. Banyak pasangan muda mudi memanfaatkan area itu untuk sekedar berkumpul ataupun pacaran.

Memang area itu ada tanda larangan berjualan dan tidak lagi menawarkan makanan seperti dulu, sehingga seringkali warga harus bawa sendiri dari rumah agar ada yang menemani kala asik berbincang. Meski demikian seberang taman masih banyak warung tenda yang menjajakan kuliner. Hanya saja masih ada yang mengaku dipungut parkir saat memarkir kendaraannya. (RZ/B-6)