PALANGKA RAYA-Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya peningkatan produktivitas petani perkebunan, Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng menggelar temu investor perkebunan besar yang difokuskan pada upaya untuk mendorong pelaksanaan pembangunan kebun untuk masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng Rawing Rambang dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kabid Budidaya Evangelis, pada temu investor perkebunan besar, di Hotel Aquarius, (16/9) mengatakan,temu investor ini sebagai tindak lanjut pertemuan terbatas antara Pemprov, Dirjen Perkebunan, Gapki, dan CEO PBS pada

26 Agustus 2014 lalu.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa untuk mengimplementasikan Perda No 5/2011 tentang pengelolaan usaha perkebunan berkelanjutan, maka Pemprov Kalteng menetapkan peta jalan atau roadmap pengelolaan usaha perkebunan berkelanjutan.

Sementara peta jalan tersebut antaralain, pengakuan terhadap hak-hak masyarakat adat khususnya masyarakat adat Dayak, pengelolaan lingkungan hidup dengan kewajiban melaksanakan kegiatan Amdal, 20 persen dari total luasan areal kebun untuk pembangunan kebun masyarakat dan pembangunan kebuan diarahkan pada lahan marjinal.

Adapun maksud dari peta jalan tersebut yaitu, untuk penurunan tingkat deforestasi di Kalteng dan pencapaian produksi petani sawit swadaya sebesar 20 persen dari total produksi kelapa sawit.

Sejalan dengan hal tersebut, maka pertemuan ini difokuskan pada upaya untuk mendorong pembangunan kebun untuk masyarakat, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalteng, khusunya peningkatan produktivitas petani perkebunan.

Ketua Panitia Lugikaeter Tukat dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan kebun, khususnya kebun masyarakat oleh perusahaan besar lintas kabupaten/kota di daerah ini.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari dan diikuti perusahaan besar lintas kabupaten/kota, Dinas Perkebunan Privinsi dan kabupaten/kota, GAPKI, dan juga dari MADN. dkw