*Jarak Pandang Hanya 600 Meter

PALANGKA RAYA – Akibat kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya dengan jarak pandang sekitar 500-600 meter, menyebabkan tertundanya penerbangan dari dan ke Palangka Raya.

Kabut asap tebal yang terjadi pada Selasa (16/9), pagi sekitar pukul 07.30 WIB, mengakibatkan tertundanya penerbangan, khususnya pesawat yang berangkat pagi hari seperti pesawat Garuda tujuan Jakarta-Palangka Raya.

”Pesawat tidak bisa mendarat lantaran jarak panjang di bawah ambang batas normal yakni hanya 500-600 meter, idealnya jarak pandang normal 1,5 km-2 km. Karena jarak pandang hanya kurang lebih 600 meter dan sangat membahayakan, terpaksa pesawat batal mendarat dan kembali menuju ke bandara alternatif demi keselamatan penumpang,” kata Kepala Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Norman Dani kepada Tabengan, kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Dani, terganggunya penerbangan akibat kabut asap ini baru hari ini (kemarin) terjadi, sempat selama 3 jam mengalami delay atau keterlambatan. Tapi kabut asap tebal tersebut tidak terlalu lama dan siangnya sekitar pukul 10.30 WIB sudah berangsur hilang karena ada angin kencang.

Pihaknya berharap kabut asap ini segera berakhir, dan tidak ada lagi pembakaran hutan/lahan. ”Kami sangat mengharapkan upaya pemerintah memedamkan api kebakaran hutan/lahan yang menyebabkan kabut asap dapat segera diatasi, karena dampaknya sangat besar. Bukan hanya mengganggu jalur penerbangan, tapi juga sendi-sendi perekonomian masyarakat pun akan terkena imbas,” harapnya.   

Sementara saat hendak dikonfirmasi melalui telepon selulernya, General Manager Garuda Indonesia Palangka Raya Mochammad Yunus tidak bisa dihubungi.

Sedangkan District Manager Lion Air Palangka Raya Agung Purnama mengungkapkan pesawat Lion Air tujuan Palangka Raya-Surabaya berangkat pagi pukul 06.40 WIB dan tujuan Palangka Raya-Jakarta berangkat pagi pukul 06.50 WIB, masih sempat melakukan penerbangan atau take off karena cuaca masih terang.

Namun pada pukul 07.30 WIB cuaca kabut asap semakin tebal, sehingga penerbangan dari Surabaya-Palangka Raya belum bisa mendarat dan sempat tertunda sambil menunggu beberapa menit karena awan masih diselimuti kabut asap dengan jarak pandang sangat pendek kurang lebih 500 meter.

”Pada pukul 10.30 WIB, cuaca berangsur membaik dan cerah karena informasi dari BMKG ada angin kencang, sehingga kabut asap berangsur menghilang. Jarak pandang saat itu dari 500 meter bertambah menjadi 1.700 meter, dan sekarang (kemarin) pada pukul 11.00 WIB ke atas jarak pandang sudah normal yakni 5.000 meter,” terangnya.

Agung berharap jarak pandang yang sudah normal tanpa kabut asap tersebut akan terus bertahan, bahkan kalau bisa seterusnya normal atau tidak berasap lagi. Karena biasanya kabut asap hilangnya siang hari, dan sore kembali berkabut lagi.

Kepada masyarakat diharapkan tidak membakar lahan/pakarangan karena dampaknya sangat luas tidak hanya bagi jalur penerbangan, tapi semua masyarakat turut merasakan dampak negatifnya karena menghirup asap dan mengganggu pertumbuhan perekonomian di wilayah Palangka Raya. edw