Minat Baca Hanya Sekitar 18,94 Persen

PALANGKA RAYA–Perpustakaan Nasional RI menggelar roadshow di Provinsi Kalteng tepatnya di Kota Palangka Raya, Rabu (18/9). Berbagai kegiatan memeriahkan acara roadshow tersebut seperti lomba mewarnai gambar, lomba menggambar, lomba membuat poster, lomba cipta menu, lomba lagu, pameran koleksi perpustakaan, talk show, dan panggung hiburan.

Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalteng Efrensia LP Umbing, mengatakan, kegiatan ini sebagai publikasi gerakan Indonesia membaca di Kalteng. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan budaya membaca di Kalteng.

Dikatakannya, untuk mendukung pemerintah pusat melalui Perpustakaan Nasional, Kalteng antara lain telah mendorong Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi mendukung program Pemerintah Pusat dalam mendukung program Kalteng Pintar Harati.

Dukungan tersebut antara lain dengan menggalakan gerakan membaca dengan moto 5B, buku, buka, baca, budaya, dan bisa. Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI Sri Sularsih melalui Kepala Biro Perencanaan dan Huku Perpustakaan Nasional Ofi Sofiana dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya perpustakaan, maka akan diperoleh pendidikan dan manfaat lainnya. Untuk itu diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan perpustakaan dan budaya baca.

Hal ini dinilai perlu, karena perpustakaan mampu meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan masyarakat. Kendati demikian, hampir separuh masyarakat Indonesia lebih menyukai audio visual dan hanya sekitar 18,94 persen saja yang suka aktivitas membaca dengan usia 10 tahu ke atas.

Ketua panitia roadshow perpustakaan Nasional RI 2014 yang juga sebagai Kepala Badan Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Provinsi Kalteng Rudiansyah Iden dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari program memasyarakatkan perpustakaan dan gerakan Indonesia membaca.

Serta untuk meningkatkan gemar membaca dan memberikan pemahaman tentang pentingnya membaca. dkw