JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bareskrim Polri Komjen Anang Iskandar menyebut, pelaku pembunuhan ibu hamil dan dua anaknya di Teluk Bentuni, Papua, adalah oknum anggota TNI. Karena itu, Polri tidak bisa mengusut perkara tersebut.

"Karena pelakunya oknum TNI, kita tidak dapat menangani. Kita serahkan ke POM (Polisi Militer/PM) saja," ujar Anang di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/9/2015) pagi.

Meski demikian, Anang mengaku belum mendapatkan informasi apakah PM TNI setempat telah menerima berkas perkara itu atau belum.

Anang mengapresiasi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang mengawal pengusutan perkara tersebut. Ia berjanji akan memfasilitasi Komnas PA agar dapat terus memantau perkembangan kasus itu.

"Kita akan fasilitasi Pak Arist (Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait) supaya bisa masuk ke sana (PM TNI)," ujar Anang.

Sebelumnya, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menemui Anang pada Jumat (18/9/2015). Ia hendak berkoordinasi soal pembunuhan satu ibu hamil dan dua anaknya di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Kepada Anang, Arist menjelaskan, Polres setempat telah melengkapi berkas perkara itu dengan keterangan saksi dan alat bukti. Namun, lantaran perkara itu diduga kuat melibatkan oknum TNI, penyidik Polres menyerahkan berkas itu ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI setempat.

"Kita meminta dukungan Kabareskrim agar kasus ini bisa diselesaikan. Tadi Pak Anang (Kabareskrim) sudah berjanji untuk menindaklanjuti perkara itu," ujar Arist.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi 25 Agustus 2015. Sekitar pukul 06.30 Wita, suami korban bernama Yulius Hermanto, yang berprofesi sebagai guru, pergi meninggalkan rumah untuk mengantar guru honorer ke sejumlah tempat.

Selang setengah jam, pembunuhan terjadi. Sang istri bernama Frelly Dian Sari (35) dan dua anaknya bernama Putri Natalia (7) dan Andika (2) tewas dibunuh. Frelly tengah hamil empat bulan.

"Dari hasil otopsi, diduga kuat sebelum dibunuh, ibunya itu diperkosa terlebih dahulu," ujar Arist.

Jenazah ketiganya baru ditemukan satu hari kemudian di dalam kamar oleh tetangganya. Kasus itu ditangani Polres Teluk Bentuni dan Polda Papua Barat.

Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Editor : Sandro Gatra