Palangka Raya, Pada momentum kemeriahan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang diselenggarakan dari tanggal 17 sampai dengan 22 Maret 2026 di GOR Tuah Pahoe, Kasatgaswil Kalteng Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol. Yulianto Rombe Biantong, melalui Kepala Tim (Katim) Unit Identifikasi dan Sosial (Idensos), Iptu Ganjar Satriyono, S.Sos., S.H., MAP., memberikan edukasi terkait bahaya paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme), paham kekerasan yang menggunakan Media Sosial / Game Online. Kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut dilakukan di salah satu stand booth KALTENG EXPO 2026 yang telah disiapkan oleh Satgaswil Kalteng dalam program podcast yang disiarkan melalui media Radio Evella Fm. Bersama Kaban Kesbangpol Prov. Kalimantan Tengah, Kadis DP3APPKB Kalimantan Tengah, FKUB Kalimantan Tengah, Densus 88 Antiteror Polri mengajak seluruh komponen dinas, lembaga dan masyarakat pada umumnya untuk bersama-sama berkontribusi dalam proses pencegahan terhadap paham IRET yang semakin masif digunakan untuk memaparkan paham kekerasan bagi anak-anak terutama usia sekolah. Ganjar menjelaskan bahwa kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dan elemen masyarakat dalam memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyebaran paham radikal dan kekerasan yang kini semakin masif melalui media digital.
Salah satu narasumber dalam kegiatan podcast adalah Prof. Drs. Oka Swastika, S.H., M.Si. mengangkat tema “Satukan Frekuensi Beragama, Bersuku dan Berbudaya, Satukan Indonesia.”. Sebagai salah satu tokoh agama Hindu di wilayah Kalimantan Tengah yang menjabat sebagai Wakil Ketua FKUB Kalimantan Tengah, beliau mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat toleransi, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya di Indonesia.
Satgaswil Kalteng bersama seluruh pihak yang terlibat berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, dan menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme, serta paham kekerasan demi terciptanya Kalimantan Tengah yang aman, damai, dan harmonis. Pada kegiatan tersebut turut hadir juga organisasi masyarakat, generasi muda, Senkom Mitra Polri, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat. Selain melaksanakan podcast interaktif, tim Satgaswil Kalteng juga memasang pamflet sosialisasi bahaya intoleransi dan radikalisme, penayangan video kontra narasi, ikrar serta tanda tangan anti radikal, hingga pembagian stiker edukasi tentang bahaya bullying dan penyalahgunaan media sosial.tribrata

