Moment

×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 291

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 295

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 293

MUARA TEWEH, 21 Oktober 2014

2015, Status Rumah sakit berubah menjadi BLUD

Bupati Barut H. Nadalsyah bertekad membenahi Rumah sakit umum daerah (RSUD) Muara teweh yang selama ini pelayanannya mendapat keluhan dari masyarakat. menurut Nadalsyah, persoalan rumah sakit ini tidak mudah, jika status manajemennya masih tetap seperi sekarang. untuk itu, pihaknya berupaya mencari jalan keluar yang terbaik untuk rumah sakit satu satunya di muara teweh ini, sehingga memiliki kinerja seperti manajemen perusahaan.

dia menjelaskan untuk melakukan perubahan kinerja itu, pembak Barutmendorong RSUD Muara teweh berubah status menjadi Badan layanan umum daerah (BLUD) yang rencanya 2015 akan terealisasi.

dengan diubahnya status tersebut, maka RSUD bisa mengelola hasil pendapatan nya untuk keperluan sendiri, namun pendanaan dari pemerintah juga masih tetap. Nadalsyah mengatkan, BLUD merupakan bagian dari pemerintah dengan status hukum terpisah dari pemerintah daerah. berbeda dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pola pengelolaan keuangan BLUD Fleksibilitas berupa keleluasan untuk menerapkan praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan. Sumber Tabengan

Buntok, 21 Oktober

Bupati Barsel HM Farid Yusran menyampaikan 6 buah Raperda ke DPRD setempat untuk dibahas dan disahkan. keenam Raperda disampaikan melalui Sidang Paripurna VII masa sidang I DPRD 2014, di aula paripurna Dewan buntok. Dalam sambutannya, Farid mengatakan, keenam raperda tersebut merupakan pertanggungjawaban Raperda pelaksanaan APBD 2013, Pembntukan rukun tetangga, dan rukun warga, pengelolaan pasar desa, pedoman tata cara pembentukan dan pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD), retribusi izin perpanjangan mempekerjakan tanaga orang asing, dan Raperda tentang perusahaan Air minum (PDAM), Farid juga menyatakan, keenam raperda tersebut sudah lama diajukan ke DPRD. Lantaran terkendala dengan pelaksanaan pemilu, baik legislatif maupun presiden, sehingga pembahasannya tertunda.

Palangkaraya: Kabut asap tebal mulai menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Ahad (27/8). Di pagi hari, jarak pandang tidak lebih dari 50 meter. Wilayah yang paling pekat diselimuti asap adalah daerah pinggiran Sungai Kahayan. Sebagian kapal motor memilih tidak berlayar dan menambatkannya di sekitar jembatan Kahayan. Bahkan saat malam hari, kapal sama sekali tidak berani turun berlayar.